Thoughts, stories and ideas.

Yuk, Liburan ke Pulau Lombok

2nd January 2016

Yuk, Liburan Ke Pulau Lombok
20 DESEMBER 2015 | KURCACI POS
Cerita & Foto : Erlita Pratiwi

Hei… Sahabat Kurcacies. Apa sih, yang Sahabat Kurcacies bayangkan, kalau mendengar Pulau Lombok? Yup.. Pasti yang terbayang adalah pantai-pantai cantik nan menawan, gili-gili yang memesona dan kilau mutiara yang terkenal hingga mancanegara, kan?

Bukan itu saja, lho. di Pulau Lombok juga banyak kulinernya yang mampu membuat lidah bergoyang. Rasanya tidak cukup menjelajah Lombok hanya dalam hitungan hari. Namun cukuplah beberapa tempat di bawah ini mewakili keindahan Pulau Lombok bila Sahabat Kurcacies ingin ke sana.

Pulau Lombok itu, terbagi atas empat bagian. Ada Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Barat dan Kotamadya Mataram. Sahabat Kurcacies tau tidak? Ternyata pengucapan yang benar adalah Lombo’ (tanpa huruf k) yang artinya lurus. Disebut Lombo(k) karena awalnya hanya ada satu jalan lurus yang menghubungkan Lombok bagian selatan hingga ke Lombok bagian utara.

Ada banyak pantai di Lombok. Salah satu yang terkenal adalah Pantai Kuta. Walaupun namanya sama dengan pantai yang ada di Bali, pantai di Lombok ini jauh lebih indah, lho. Butiran pasirnya besar-besar. Birunya air laut berpadu dengan birunya langit menghasilkan perpaduan warna yang indah. Cantik sekali, ya.

alt

Sekarang kita bergeser sedikit dari Pantai Kuta, ya. Di sana ada pantai Putri Nyale atau dikenal juga dengan Pantai Novotel. Pasir di sini butirannya lebih besar dibanding Pantai Kuta. Sahabat Kurcacies naik saja ke atas tebing dan bersiaplah terpesona dengan pemandangan yang terhampar. Laut biru, pasir pantai yang putih dan langit yang dihiasi gumpalan awan. Sahabat Kurcacie sudah terbayang keindahannya, kan? Di sekitar pantai inilah diselenggarakan festival Bau Nyale setiap bulan februari atau bulan maret untuk memperingati legenda Putri Mandalika.

Di sekitar lokasi pantai-pantai ini terdapat beberapa restoran. Selain ayam Taliwang dan pelecing kangkung yang sudah tersohor itu, ada kuliner lainnya yang patut Sahabat Kurcacies coba. Menu itu adalah Ikan Bumbu Kuning. Potongan ikan dalam kuah berwarna kuning yang terasa pedas, sungguh cocok dinikmati setelah Sahabat Kurcacies lelah bermain di pantai.

alt

Tempat wisata berikutnya adalah desa adat Sade. Di sini Sahabat Kurcacies dapat melihat bentuk rumah dan kehidupan suku Sasak lengkap dengan aturan adatnya. Selain itu, wisatawan juga dapat belajar menenun, berbelanja tenun Lombok dan souvenir lainnya.

Menikmati pantai belum lengkap tanpa menikmati sunset alias matahari tenggelam. Selain Pantai Senggigi, Ada satu tempat yang pas untuk menikmati sunset, yaitu di daerah Batu Layar dekat dengan Pura Batu Bolong. Sambil duduk di ketinggian tebing, Sahabat Kurcacies akan melihat laut biru terhampar, Pura Batu Bolong di sebelah kiri, Gunung Agung terlihat di kejauhan, dan matahari perlahan tenggelam membuat air laut berubah warna. Tidak pernah ada cukup kata untuk melukiskan keindahannya.

alt

Kawasan Senggigi adalah kawasan yang dikembangkan sebagai pusat ‘turis’. Kecuali Hotel Novotel, semua hotel dan penginapan terletak di kawasan Senggigi. Pemda Lombok melarang dibukanya pub, bar, karaoke dan sejenisnya di luar kawasan Senggigi. Alasannya sederhana, untuk memudahkan pengawasan.

Lombok tidak hanya memiliki pantai. Di lereng gunung Rinjani terdapat obyek wisata yang juga banyak dikunjungi wisatawan yaitu air terjun Sindang Gile. Dalam perjalanan kembali menuju Senggigi, Sahabat Kurcacies akan melewati hutan Pusuk dengan monyet-monyetnya yang jinak, mirip dengan Sangeh di Bali.

alt

Mengunjungi Pulau Lombok belum lengkap bila belum mengunjungi Pantai Pink. Ada dua jalur yang bisa ditempuh. Dengan menggunakan mobil berpenggerak empat roda (kondisi jalannya sangat buruk) atau dengan menggunakan perahu bermotor dari Pelabuhan Tanjung Luar.
Dari Senggigi perlu waktu dua jam untuk sampai ke Pelabuhan Tanjung Luar. Melewati Malimbu, sempatkanlah foto-foto dengan latar belakang Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air di kejauhan.

alt

Lepas dari pelabuhan Tanjung Luar kita akan melewati Pulau Kambing. Pulau ini menjadi tempat menggembala kambing. Saat laut sedang surut, hewan-hewan ternak itu akan berjalan menyeberang ke Pulau Kambing dan kembali sebelum laut kembali pasang.

Sebelum ke Pantai Pink, wisatawan akan diajak mampir ke Pulau Pasir. Sepanjang perjalanan, mata akan disuguhi pemandangan birunya air laut yang tenang dan gumpalan awan putih yang menghiasi langit cerah, hampir Sepanjang jalur menuju Pulau Pasir terdapat beberapa tempat budidaya, yaitu budidaya kerapu, lobster dan jaring apung.

alt

Pulau Pasir adalah pulau yang berupa gundukan pasir dan hanya bisa disinggahi saat air laut tidak dalam keadaan pasang. Mendekati Pulau Pasir, kita bisa turun dari perahu dan berjalan kaki. Akan terlihat seolah kita sedang berjalan di atas lautan. Jangan lewatkan kesempatan berfoto bersama bintang-bintang laut yang banyak terdapat di sana. ya. Sayang, bintang-bintang laut itu tidak dapat dibawa pulang.

Perjalanan dari Pulau Pasir menuju Pantai Pink akan melewati akan melewati pulau-pulau kecil atau dalam bahasa setempat disebut gili. Gili-gili ini tidak berpenghuni. Pasir pantainya yang putih bersih dan tebing-tebing batu dengan gua-gua kecilnya seolah memanggil-manggil wisatawan untuk singgah dan berjalan menyusuri pantai atau sekedar snorkeling. Para pekerja di tempat budidaya mutiara akan menyapa hangat perahu wisatawan yang lewat sambil melambaikan tangan. Sementara itu Pulau Sumbawa terlihat jelas berdiri dengan gagahnya.

alt

Ternyata bukan hanya pasir pantainya yang berwarna pink yang memesona. Di Pantai Pink juga terdapat gua-gua yang dibangun pada masa penjajahan Jepang. Konon hanya keturunan tentara Jepang itu yang mengetahui peta gua jepang yang saling berhubungan itu.

Jangan lupa membawa perbekalan sebelum ke Pantai Pink, ya. Di sana hanya ada warung yang menyediakan makanan dan minuman instant. Toilet tersedia. Walaupun bangunannya amat sangat sederhana sekali, tetapi bersih, Airnya juga bersih hanya saja sedikit asin.
Karena jaraknya yang jauh dari Senggigi, sediakan satu hari penuh bila ingin pergi ke Pantai Pink. Kembalilah ke Pelabuhan Tanjung Luar sebelum sore karena ombak pada sore hari cenderung menjadi lebih besar.

Sebelum meninggalkan Pulau Lombok, jangan lupa Sahabat Kurcacies berbelanja oleh-oleh. Yang terkenal tentu saja Mutiara dan tenun Lombok. Di Kota Mataram terdapat beberapa toko mutiara. Ada dua jenis mutiara, air laut dan air tawar. Mutiara air laut tentu saja jauh lebih mahal daripada mutiara air tawar. Ada pula mutiara imitasi, perhiasan mutiara yang terbuat dari plastik hanya saja dilapisi dengan lapisan kerang mutiara. Pilihan oleh-oleh lainnya adalah susu kuda liar, olahan rumput laut dan makanan ringan.

Keindahan Pulau Lombok, cerita kulinernya dan mutiara-mutiaranya yang tersohor, akhirnya menjadi bahan tulisan novel misteri anak-anak ‘Misteri Pantai Mutiara’.

alt

Kata orang, You can see Bali in Lombok but you can’t see Lombok in Bali. Berkunjunglah ke Lombok dan lihatlah betapa Indonesia itu sangat… sangat indah. Sahabat Kurcacies jangan lupa ke sana, ya.

Artikel ini dibuat untuk rumahjamurkurcaci
https://rumahjamurkurcaci.wordpress.com/2015/12/20/yuk-liburan-ke-pulau-lombok

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments