Thoughts, stories and ideas.

Untung Gak Pingsan!

23rd March 2015

Berdiri dan berbicara di depan orang banyak adalah sesuatu yang saya hindari. Saya tidak tahu pasti alasannya. Dibilang phobia, rasanya kurang pas. Dulu, saya sering mementaskan tarian di salah satu anjungan TMII. Seingat saya, setiap kali tampil, saya membawakan tarian dengan percaya diri. Mungkin karena saat itu saya masih anak-anak. Mungkin pula seiring perjalanan waktu, kepercayaan diri saya ikut tergerus.            Ketika saya ditawari mengisi acara tentang menulis di salah satu sekolah swasta, saya ‘memaksa’ diri untuk menerima tawaran itu. Bukan semata-mata untuk promosi novel anak misteri yang terbit Januari lalu, melainkan untuk menantang diri saya melakukan sesuatu yang saya hindari.            Saya menyiapkan slide presentasi. Selain itu, saya juga banyak bertanya kepada beberapa teman yang pandai berbicara di depan khalayak ramai. Saya ingat baik-baik tips-tips yang mereka berikan.            Jangan ditanya bagaimana rasanya. Sehari sebelum hari H, saya sudah deg-deg-an. Malam sebelum tampil, saya tidak bisa tidur. Paginya, perut saya mual. Akhirnya saya membawa sebotol kecil minyak kayu putih. Setiap kali berhenti di traffic light atau di tengah kemacetan, saya menghirup dan mengusapkan minyak kayu putih ke telapak tangan saya agar hangat. Inginnya sih, membalurkan minyak kayu putih itu ke seluruh tubuh tapi saya khawatir aromanya akan tercium saat saya mengisi acara nanti.            Sambil menyetir, saya berdoa. Tidak muluk-muluk. Saya hanya ingin bisa sampai ke lokasi dan mengisi acara dengan sebaik-baiknya.            Untungnya, mendekati acara dimulai, rasa mual dan tidak enak yang saya rasakan perlahan menghilang. Acara pembukaan dan perkenalan berjalan lancar. Sekali dua kali saya merasa akan ‘stuck’ tapi saya langsung ingat yang dikatakan seoarang teman, santai saja, nanti semuanya akan mengalir. Itu yang saya coba lakukan. Saya mencoba santai dan membiarkan semuanya mengalir.            Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Lega luar biasa saat akhirnya acara itu selesai. Senang sekali rasanya melihat peserta acara antusias. Finally, I did it!
The scariest moment is always just before you start (Stephen King)

Mungkin bagi beberapa orang, berbicara di depan anak-anak itu semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi bagi mereka yang berprofesi sebagai guru atau dosen. Bagi saya, itu perjuangan luar biasa.

Saya mencoba melihatnya sebagai kesempatan melakukan sesuatu ‘beyond my imagination’. Sampai sekarang saya masih takjub bagaimana saya bisa tidak jatuh pingsan saking gugupnya. Lalu, apakah saya akan menerima tawaran seperti itu lagi? Lah, memangnya ada gitu yang nawarin lagi? :p

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments