Thoughts, stories and ideas.

Trusmi, bukan cuma tempat beli batik

13th July 2017

Saya cukup sering ke Cirebon, tepatnya ke Kuningan yang berjarak 36 km dari Cirebon. Sejak saya kecil, saya mengenal Trusmi sebagai tempat membeli batik Cirebon. Sekarang, bukan hanya batik yang ada di Trusmi. Ada tempat wisata kuliner juga oleh-oleh. Trusmi semakin bersolek, semakin hits dan semakin instagramable.

Ada banyak tempat membeli batik di Trusmi. Salah satunya Pusat Grosir Batik Trusmi yang mengusung konsep One Stop Shopping. Pengunjung bisa belanja batik, oleh-oleh dan wisata kuliner di satu tempat.

Saya memilih tempat lain yang lebih sepi. Pilihan saya jatuh ke Pesona Batik.

Alasannya:
1. Pesona Batik adalah toko pertama setelah gerbang Trusmi (Pak Juragan yang nyetir mobil malas blusukan lebih jauh).
2. Tersedia tempat parkir.
3. Bagian luarnya menarik untuk tempat foto-foto.

alt

Jadi, bukan karena saya dibayar untuk promosi Pesona Batik loh yaaa... saya mah siapa atuh... hanya remah remah rengginang di dasar kaleng Khong Guan.

Masuk ke dalam toko, pengunjung diminta melepas alas kaki. Tersedia sandal untuk dipakai selama berada di dalam toko. Banyak juga yang memilih keliling toko tanpa alas kaki. 

Di sini, ada banyak pilihan. Mulai dari pakaian anak-anak sampai dewasa. Mulai dari daster sampai setelan resmi. Harganya bervariasi, dari puluh ribu sampai jutaan. Tinggal pilih saja, bahan katun atau sutera. Batik cap atau batik tulis. Dipilih dipiliih dipiliiihhh....

alt

Seperti umumnya batik pesisir, batik khas Cirebon berwarna cerah, berbeda dengan batik Solo atau Jogja yang berwarna coklat. Mungkin karena daerah pesisir menerima banyak pengaruh yang dibawa para pedagang dari negeri lain. Kalau ingin motif khas Cirebon, pilihlah motif mega mendung yang melukiskan bentuk awan.

alt

Di toko ini, pengunjung bisa membaca sejarah batik, motif batik, melihat peralatan membatik dan cerita di balik corak kain-kain batik.

alt

Kalau haus, tinggal pilih mau minum air mineral dalam gelas atau wedang jahe. Saya sih pinginnya minum es kopi. Cirebon panasss sekali... hiks... untungnya toko ini berpendingin udara jadi sambil belanja batik, bisa sekalian ngadem dan tak lupa foto-foto. Jangan salah, di dalam toko banyak spot untuk foto-foto loh!

alt

Setelah membayar belanjaan dan sebelum pulang, jangan lupa foto-foto (lagi) di luar toko. Menurut saya, toko ini sungguh instagramable :)

alt

Yang sering terjadi setelah belanja adalah perut jadi lapar. Bagaimanapun menggesek kartu atau mengeluarkan lembaran uang dari dalam dompet membutuhkan energi. Iya, kan?

Mumpung di Trusmi, sekalian saja mencicipi hidangan khas Cirebon, Empal Gentong. Ada banyak tempat yang menjual hidangan yang sekilas mirip soto. Kalau sedang musuhan dengan santan, pilih saja Empal Asem yang berkuah bening.

Makan di mana? Menurut saya, rasa antara satu rumah makan dengan rumah makan lainnya, hampir sama. Beda dikit lah. Jadi, silakan pilih, mau makan di Empal Gentong Krucuk, Empal Gentong Amarta atau Empal Gentong H. Apud atau yang lainnya. Saya biasanya makan di Empal Gentong H. Apud.

alt

Sepanjang pengamatan saya, belum ada rumah makan Empal Gentong yang instagramable. Minta tolong fotoin saja sama mbaknya, bukti otentik sedang makan Empal Gentong hihihi... Mau ngevlog juga boleh.

Masih ada tempat lainnya yang juga instagramable. Nanti saya ceritakan. Mudah-mudaham belum eneg baca tulisan saya.

Tips:
1. Cirebon itu panasss… Kalau ada, pilih tempat makan yang memiliki ruangan berpendingin udara. Menyantap hidangannya tidak perlu pakai keringat :)
2. Naikkan level sabar selama mengemudi menuju dan berada di Trusmi dan sigaplah menginjak pedal rem. Lalu lintas di sana cenderung padat merayap.
3. Kalau penasaran dengan Toko Pesona Batik, bisa kunjungi webnya di http://pesonabatik.co.id

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments