Thoughts, stories and ideas.

Tetap Sehat saat Lansia - behind the story

19th May 2017

Sabtu sore, 13 Mei 2017, saya beneran kaget ketika kurir ekspedisi mengantarkan paket. Isinya tiga bukti terbit buku seri kesehatan.

alt

Sejujurnya, saya pikir buku itu tidak akan diterbitkan. Habis, prosesnya sudah lama sekali. Naskah awalnya saya tulis sekitar dua tahun yang lalu. Kemudian terakhir kali pembicaraan naskah itu terjadi bulan Mei tahun 2016. Saya ingat betul karena bertepatan dengan saat saya survey lapangan untuk persiapan naskah seri kebudayaan Kemendikbud. Setelah itu tidak ada lagi pembicaraan.

Kenapa bisa menulis buku seperti itu? Begini, di dunia kepenulisan ada yang namanya agency naskah, semacam penghubung antara penulis dan penerbit. Agency akan memberikan tema buku yang sedang dicari. Penulis kemudian menyiapkan naskahnya. Bila disetujui untuk diterbitkan, akan ada sharing royalti antara penulis dan agency. Besarnya tergantung kesepakatan. Itu yang terjadi dengan buku ini.

Kalau ditanya kesulitan dalam menulis buku ini, jawabannya sama saja dengan menulis buku lainnya. Hanya saja, tantangannya lebih besar karena tema yang diajukan bisa jadi di luar genre yang selama ini bisa kita tulis. Kesulitan teknis pasti ada. Kesulitan lainnya, (lagi-lagi) mood yang terkadang berantakan karena hal-hal yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan tulis menulis. Misalnya, internet yang tiba-tiba mati saat ingin mencari data tambahan. Kalau sudah bete, biasanya semangat menulis jadi hilang. Kalau soal kesulitan mencari waktu untuk menulis, itu sih lagu lama buat emak-emak (sok) sibuk macam saya heuheuheu….

Tertarik memasukkan naskah lewat agency? Pastikan memiliki komitmen yang kuat menyelesaikan naskah dan sabar menunggu antrean. Selamat mencoba yaaa...

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments