Thoughts, stories and ideas.

Terminal 3 Ultimate Soekarno Hatta, in my opinion

19th September 2016

Ketika Terminal 3 Ultimate Soekarno Hatta pertama beroperasi, akun media sosial saya dipenuhi foto-foto para blogger yang berpose di sana lengkap dengan tagar #t3ultimate. Namun, saat itu belum ada cerita bagaimana rasanya menggunakan terminal baru tersebut. Dan saya hanya bisa memendam rasa penasaran.

Kesempatan itu akhirnya datang juga. Pertengahan September, saya pergi ke Solo dengan menggunakan pesawat garuda. Yeay! Akhirnya saya bisa merasakan Terminal 3 Ultimate!

Wow! Itu komentar saya saat keluar dari taksi dan menatap bangunan di hadapan saya.

Luas dan megah. Namun entah mengapa rasanya lebih temaram dibandingkan dua terminal lainnya. Melihat desain bangunannya, Terminal 3 Ultimate ini terang benderang pada siang hari karena sinar matahari leluasa masuk lewat dinding-dinding kacanya.

Untuk menuju counter check-in, para penumpang harus menyeberang semacam jembatan.

alt

Karena sudah check-in pada hari sebelumnya, saya hanya perlu mendatangi counter cek-in untuk tahu gate pesawat. Setelah itu, yang pertama saya cari adalah letak musholla.

Ternyata Musholla terletak di area setelah counter cek in dan bagasi, berdekatan dengan gerai makanan dan minuman.

alt

Oh iya, gerai-gerai ini hanya gerai sementara. Jadi ukurannya imut-imut. Yang saya lihat ada gerai Starbuck, Excelso dan Krispy Kreme. Antrean terjadi di depan gerai starbuck. Dinihari yang dingin ditambah pendingin udara membuat banyak calon penumpang pesawat garuda mengisi waktu dengan mencari minuman hangat.

Di lembar boarding pass tertera boarding time pukul 5.15. Karena saya belum tahu di mana letak gate 15, selesai sholat subuh, saya buru-buru menuju ruang tunggu. Ternyata letaknya lumayan jauh, melewati deretan toko (yang sebagjan besar masih 'under constructin'), lounge, dan turun ke lantai bawah.

Lega rasanya ketika akhirnya bisa duduk di ruang tunggu walaupun dengan napas terengah-engah.

alt

Belum lama duduk, terdengar panggilan masuk pesawat. Fiuhh...

Jadi, buat yang hobi datang ke bandara mepet waktu boarding, pikir-pikir lagi deh. Kecuali bila Anda tidak keberatan berlari cepat di dalam terminal 3 😆

Saat pesawat yang saya tumpangi berjalan di taxi way, saya sempat melihat deretan garbarata yang berakhir di nomor 64. Another WOW!

Bila terminal keberangkatan terletak di lantai dua, terminal kedatangan terletak di lantai dasar. Bau cat tercium jelas di sini. Terlihat beberapa bagian masih dalam pengerjaan. Walaupun demikian, kecantikan terminal kedatangan ini sudah terlihat. Pot-pot tanaman anggrek tertata apik, hiasan dinding yang cantik, bahkan sebuah mobil antik ikut eksis.

alt

alt Conveyor Belt (ban berjalan tempat bagasi penumpang) tidak lagi datar tetapi miring seperti di bandara luar negeri.

alt

Dari majalah Colors yang ada di dalam pesawat, saya mendapat info bahwa terminal ini baru akan beroperasi penuh pada oktober 2017.

Terminal 3 ultimate ini diharapkan bisa bersaing dengan bandara changi. Dilihat dari besar bangunannya, tidak jauh beda dengan Changi. Namun untuk kemegahan dan kecanggihan, perlu waktu, proses dan komitmen untuk sampai ke sana.

Yang jelas, ada satu kelebihan terminal 3 ultimate ini. Di setiap bilik toilet tersedia sprayer, sementara di Changi, sprayer hanya ada di bilik toilet paling pojok, dengan wc jongkok.

Semoga ke depannya, terminal 3 ini akan menjadi kebanggaan Indonesia. Bagi sprayer lover seperti saya, #t3ultimate ini jelas lebih hebat dibanding Changi, hehe...

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments