Thoughts, stories and ideas.

Saya dan Menulis

18th December 2012

"Kenapa memilih jadi penulis?” Setiap kali ditanya seperti itu, saya tertawa-tawa. Minimalnya nyengir. Jawabannya biasanya tidak selalu sama. Tergantung suasana hati. Tergantung siapa yang bertanya. Intinya satu. Saya tidak bercita-cita jadi penulis. Cita-cita saya? Hmmm.. Mau tau aja atau mau tau banget?

Lulus SMA, saya memilih Arsitektur. Sayangnya tidak diterima di Universitas Negeri pilihan saya. Universitas Swasta? Duh, kamu kan masih punya adik dua orang, sayang uangnya, begitu komentar ibu saya. Akhirnya saya melanjutkan kuliah di salah satu Universitas Negeri dan mengambil jurusan Perpajakan.

Lalu apa hubungannya Perpajakan dengan Penulis? Ya, tidak ada hubungannya. Lulus kuliah saya bekerja sebagai konsultan Pajak selama hampir setahun. Kemudian pindah kantor dan bekerja di bagian keuangan selama hampir lima tahun. Setelah itu.. berhenti. Alasannya? Apalagi kalau bukan mengurus anak, hehe..

Masalah lain timbul. Anak saya tidak selamanya kecil dan tidak melulu harus diperlakukan seperti bayi. Akhirnya saya mencari kesibukan lain. Ada beberapa kesibukan yang pernah saya coba. Menjahit, membuat kue, sampai akhirnya saya memutuskan untuk belajar menulis.

Untungnya, saya bisa belajar menulis lewat internet sehingga tidak harus meninggalkan rumah. Saya belajar di Sekolah Menulis Online. Kelas pertama yang saya ambil adalah kelas penulisan fiksi. Kemudian berlanjut ke kelas penulisan nonfiksi dan kelas penerbitan buku.

Mengapa saya banyak menulis cerita anak? Jawabannya mudah. Dunia anak adalah dunia yang bersinggungan dengan dunia saya. Saya mengamati, mendengar dan terkadang terlibat di dunia anak saya. Apa yang diceritakan dan dialami oleh anak saya menjadi sumber di hampir semua cerita anak-anak yang saya buat. Saya hanya tinggal menambah dan memelintirnya sedikit berdasarkan imajinasi saya.

Walaupun banyak menulis cerita anak, honor pertama justru saya peroleh dari menulis skenario. Darimana saya belajar menulis skenario? Tidak belajar sama sekali. Hanya mengikuti contoh yang diberikan dan… ditayangkan! Takjub? Sama.. Saya juga.. hehe..            Ada yang bilang menulis itu gampang. Ada pula yang bilang menulis itu sulit. Menurut saya, menulis adalah sebuah proses pembelajaran terus menerus. Belajar memilih kata. Belajar berfikir runut. Belajar mengolah rasa. Belajar memanusiawikan sisi manusiawi kita. Menulis itu tidak semudah yang dibayangkan namun tidak sesulit yang dipikirkan.

Dan biarkanlah kata-kata itu mengalir
Dengan sendirinya
Percayalah pada tuntunan rasa yang kau punya
Kelak akan kau temukan sebuah makna
Yang akhirnya membuatmu ternganga

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments