Thoughts, stories and ideas.

Posting - Like – Comment

22nd March 2016

Sambil duduk di dalam taksi yang membawa saya ke Changi Airport, saya memerhatikan posting-an saya di akun facebook. Beberapa menuai 'jempol' lumayan banyak. Biasanya foto makanan atau yang berhubungan dengan aktivitas dan tempat tertentu. Itupun tidak sampai mencapai 50 buah. Posting-an tentang buku karya saya umumnya sepi 'jempol' dan komentar.

alt

Posting-an pak suami justru lebih berlimpah jempol dan komen. Padahal isi postingannya tidak jauh dari sepeda. Ada sepeda yang tersandar di pagar jembatan, sepeda yang tergeletak di jalan setapak berbatu, peta rute sepedahan yang ditempuh dan kadang-kadang foto beramai-ramai bersama anggota klub sepeda. Dia memang hobi bersepeda gunung dan terkadang menjadi guide. Foto-fotonya lumayan bagus. Maklumlah pernah sekolah fotografi di Canon School.

Seorang penulis terkenal yang memiliki banyak fans dan pengikut, setiap kali posting sesuatu langsung memanen jempol dan komentar-komentar. Jumlahnya mencapai ratusan. Luar biasa.

Dari situ saya bisa menyimpulkan beberapa hal.
1. Semakin Anda terkenal, semakin banyak yang memberi jempol dan komentar.
2. Semakin senior dalam satu bidang, semakin banyak junior yang mengomentari postingan Anda
3. Takdir. Ada tipe orang tertentu yang setiap kali posting sesuatu, banyak yang tertarik ingin memiliki atau membeli. Tipe ini cocok sekali berjualan secara daring (online shop).

Jelas sudah. Dari ketiga hal di atas, saya tidak termasuk salah satunya. Justru akan lebih banyak yang komentar kalau saya tidak posting apapun tapi menghabiskan waktu dengan botik alias bobok cantik hehehe… Jadi, markibo… alias mari kita bobo… bzzzz….

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments