Thoughts, stories and ideas.

PONTANG PANTING (LAGI)

5th June 2014

Awal tahun, saya berjanji kepada diri saya sendiri akan rajin memperbaharui postinganblog minimal sebulan sekali. Ternyata sulit menepatinya. Alasannya hanya satu, hidup saya banyak pontang pantingnya terutama berhubungan dengan tulis menulis.                        Sebelum menyiapkan naskah, saya pontang panting mencari bahan, wawancara dengan narasumber, berselancar di dunia maya sampai membuat outline atau kerangka karangan. Selama menulis naskah, saya pontang panting mencuri waktu untuk mengetik, mengingatkan diri saya untuk commit terhadap jadwal yang saya tentukan, menjaga mood sampai me-recharge tubuh saat kebuntuan melanda. Setelah naskah selesai dan akhirnya terbit, saya masih pontang panting juga. Promosi, bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengadakan acara, promo on air sampai mengecek buku setiap kali pergi ke toko buku. Rutinitas kemudian kembali lagi keawal, pontang panting mencari bahan, wawancara dan seterusnya.            Hmm.. Hidup kok isinya pontang panting? Sebenarnya bisa saja tanpa pontang panting. Masalahnya, saya ini penulis jadi-jadian. Kadang jadi penulis, kadang jadi supir anter jemput, kadang jadi pengurus rumah tangga, kadang jadi pengawal. Rasanya? Capek! Pakai ‘banget’ dan ‘sangat’. Kadang – kadang pengen berhenti jadi pengarang (sebutan untuk pembuat tulisan fiksi) atau penulis (sebutan untuk pembuat tulisan non fiksi). Terus jadi apa dong? Ya, jadi billionaire dong..haha..

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments