Thoughts, stories and ideas.

PENULIS JADI-JADIAN

15th April 2014

Baru sadar ternyata bulan Februari dan Maret lalu tidak membuat postingan blog. Padahal niat awalnya setiap bulan membuat postingan minimal satu. Alasanya apalagi kalau bukan ‘sibuk’. Siapa bilang ‘sibuk’ itu hanya milik pekerja kantoran? Kalau boleh memilih, saya lebih suka bekerja di kantor. Jam kerjanya jelas. Bekerja di rumah membuat saya merasa 24 jam itu tidak cukup.             Awal tahun ini saya membuat rencana kerja. Januari – pertengahan Februari saya menyelesaikan draft naskah novel. Setelah itu membuat outline dan menyelesaikan naskah lomba menulis. Ternyata eh ternyata.. Naskah novel berhasil selesai. Belum jelas ditolak atau diterima. Agak pesimis sih.. Outline naskah buat lomba sudah selesai. Baru juga mulai mengetik, jdeerr… saya harus merevisi naskah Oishii Jungle. Revisi banyak bingiiittt.. Benar yang dikatakan Ari Wulandari, salah seorang mentor menulis saya. Revisi itu bikin mual. Apalagi saatnya bertepatan dengan dua anak yang sakit. Yang kecil radang tenggorokan. Yang besar cacar air. Ditambah lagi saya salah merevisi. Yuk mareee…            Yang sakit sembuh, revisi selesai tepat waktu, Alhamdulillah.. Habis itu gantian saya yang tumbang. Baru juga mendingan, gantian asisten di rumah yang sakit. Kesimpulannya, mari kita membabu buta.. hiks.. hiks..            Setelah asisten masuk, bukan berarti semua jadi beres. Si asisten ini membantu saya hanya sampai jam 11. Setelah itu dia pulang. Meninggalkan saya yang pontang panting membagi waktu antara mengasuh balita, urusan rumah dan mengetik. Seringnya sih baru juga mengetik satu baris, sudah terdengar teriakan ‘main yuuuukk..’            Akhirnya terpaksa saya mengikuti saran eyang teman anak saya. Mengetik saat semua mata di rumah sudah terpejam. Artinya saya mengetik mulai dari jam setengah 10 malam sampai lewat tengah malam. Jangan tanya gimana rasanya. Badan saya remuk!             Kesimpulannya, jangan jadi penulis deh. Apalagi penulis jadi-jadian yang gak punya ART sehingga harus merangkap penjaga rumah, sopir dan pengurus rumah tangga. Cuapeeekkk!

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments