Thoughts, stories and ideas.

Misteri Bukit Berkabut – Cerita di balik penantian

11th January 2019

Di antara buku fiksi anak dan remaja yang saya tulis, buku ini menjadi buku yang paling lama proses terbitnya. Setelah menunggu satu setengah tahun lebih beberapa bulan *halah, di penghujung tahun 2018, 4 hari sebelum pergantian tahun, buku ini beredar di toko buku. Paling tidak, seperti itu jadwalnya. Saya sendiri belum sempat mengecek ke toko buku. Rencananya, saya mau ke toko buku selesai posting blog.

alt

Sebenarnya, dibandingkan dengan tiga seri misteri lainnya, buku ini yang paling smooth. Revisi yang saya lakukan hanya menambahkan detail di beberapa adegan. Setelah direvisi, dibaca editor (pada waktu itu) kemudian ya sudah. Berarti saya sudah agak lebih pintar dong ya... *benerin kerudung ;)

Jadi apa yang bikin lama? Transisi editor (karena mbak editor resign), antrean ilustrasi, antrean layout, antrean cetak. Tahu sendiri, menjelang akhir tahun, banyak naskah yang pingin selesai cetak di tahun 2018 plus percetakan libur panjang.

Untungnya, selama tahun 2018 lalu, jadwal saya benar-benar penuh. Menulis, mengikuti workshop SCARA selama 2 bulan bersamaan dengan dua anak yang sakit cacar bergantian, acara sekolah, acara keluarga. Ditambah lagi, saya sok gegayaan ikut-ikutan belajar design grafis dan menggambar ilustrasi. Jadwal saya makin kacau balau. Belum lagi tugas domestik. Ampun, dah! *Tiba-tiba jadi teringat hestek 80 juta, hahaha... ups!

Eh, iya, sudah baca tulisan saya tengan SCARA? Ini link-nya http://erlitapratiwi.com/mengejar-scara/

Karena pontang-panting itu, saya jadi tidak terlalu memerhatikan masa penantian seri misteri yang baru ini. Setelah rangkaian workshop selesai, baru deh perhatian saya tertuju ke naskah misteri yang ternyata sedang diilustrasi.

Saya setuju dengan yang dikatakan Mas Bambang Irwanto, mantan kaver boy yang jadi penulis anak itu, setiap naskah ada takdirnya masing-masing. Ada yang cepat, ada yang lama. Tidak usah ditunggu. Begitulah, orang memang jadi lebih bijak kalau sudah berumur :D

Kalau penasaran dengan ulasannya tentang buku 'Misteri Bukit Berkabut' bisa dibaca di https://www.rumahkurcacipos.com/2019/01/buku-anak-pilihan-kurcaci-pos-misteri.html

alt

Misteri Bukit Berkabut - Seri Misteri Favorit 17

Penyunting: Pradikha Bestari
Ilustrator: Indra Bayu
Perancang Sampul dan Isi: Indra Bayu,
Grace Gabriella AP

Teh putih hilang! Bude, Pakde Roso, Rini dan pegawai-pegawai Rumah Teh langsung panik. Awalnya Novi bingung apa sebabnya teh hilang saja membuat kehebohan. Rupanya teh putih itu teh yang istimewa. Jumlahnya hanya sedikit. Harganya pun sancta mahal.

Novi dan Rini menyelidiki hilangnya teh putih sampai bukit kembar yang diselimuti tabut dan dikenal angker. Di sana mereka bertemu sosok menyeramkan! Dan, di sebuah rumah kecil di Bukit kembar itu juga mereka menemukan sosok lain yang tergeletak tak berdaya!

Siapa pencuri teh putih itu? Betulkah dia sosok menyeramkan di Bukit Kembar itu?

Membaca buku ini = baca cerita petualangan seru + menambah pengetahuan tentang Indonesia. Asyik kan?

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments