Thoughts, stories and ideas.

Miss Bento is Coming..

19th November 2013

Ketika novel ‘Takoyaki Soulmate’ akhirnya beredar, Mbak Anin – editor Takoyaki Soulmate meminta saya menyiapkan naskah selanjutnya. Bingung juga sih..Bikin naskah apa ya?

Seperti biasa, saya langsung mengontak adik saya. Kasak kusuk, ngobrol ngalor ngidul sambil ketawa ketiwi dan akhirnya sampai pada satu tema, membuat naskah tentang Bento. Karena si tokoh ini suka membaca komik Jepang, mau gak mau saya harus membaca komik juga. Dengan begitu saya mendapat gambaran seperti apa sih isi komik Jepang itu. Adik saya yang penggemar dan kolektor komik Jepang berbaik hati meminjami saya beberapa jenis komik. Bukan hal yang mudah bagi saya untuk menamatkan membaca satu buah komik. Saya harus membulatkan tekad dan meneguhkan hati serta memaksakan diri. Tahu gak berapa lama waktu yang saya butuhkan? Tigahari! Tiga hari untuk sebuah komik! Bukan karena komik itu berbahasa Jepang ataupun berbahasa Inggris. Tapi karena saya tidak suka baca komik! Rasanya membaca komik lebih menyiksa daripada membaca buku Undang Undang Pajak yang menjadi bacaan wajib saat saya kuliah dulu..hiks.. hiks.. hiks..

Seperti juga dalam proses penulisan novel TakoyakiSoulmate, Mbak Anin ingin tahu progress penulisan ‘Miss Bento’. Bab pertama, lanjut. Setelah selesai bab tiga, komentar yang saya terima adalah.. Lanjutkan! Yeeaayy..

Mood yang naik turun membuat penulisan ‘Miss Bento’ memerlukan waktu lebih lama daripada ‘Takoyaki Soulmate’. Posisi first reader masih dipegang oleh adik saya si pencinta komik. Saya juga mendapat masukan tentang Bento dari dia. Sepertinya dia cocok jadi penulis. Namun setiap kali saya tanya kenapa tidak coba menulis, jawabannya hanya satu: malas mikir konfliknya. Dia lebih suka membaca tulisan saya dan mengkritiknya. Yaelah…Oiya, saya benar - benar mengikuti kursus ‘membuat sushi’ yang diselenggarakan oleh sebuah restoran Jepang. Lumayanlah.. didalam kepala saya jadi ada ‘bayangan’, hehe..

Setelah mengirimkan naskah komplit, saya menunggu tiga bulan. Karena sulit menghubungi MbakAnin, saya minta tolong Mbak Mira untuk mengecek naskah saya. Jawabannya: masih dalam antrian. Wah..perasaan saya jadi agak - agak gak enak. Apalagi ketika Mbak Mira bertanya: mau ditarik atau nunggu? Waduh… ditolak nih kaya’nya.. Dengan lemas saya menjawab akan menunggu. Pertanyaan selanjutnya membuat saya bengong. Itu kumpulan cerpen kan ya? Hiyaaaa… Setelah menjelaskan kronologis penulisan dan pengiriman naskah, saya diminta mengirimkan ulang naskah ‘Miss Bento’. Tidak perlu waktu tiga bulan, saya mendapat jawaban, OKE. Hiyaaaa… Eh, salah ya, harusnya bilang: Alhamdulillah..
So, this is it! Miss Bento is coming..Dengan covernya yang..aduhh.. lutunaaa… Mudah-mudahan dia bisa mencatat penjualan yang baik. Kalau mengharap ‘best seller’ kok jauh banget ya rasanya..hehe.. 

[![](http://1.bp.blogspot.com/-Le1xz-D_dtQ/Uor5C-7nPmI/AAAAAAAAAGs/Wv-6UyBG89s/s320/cover+miss+bento.jpg)](http://1.bp.blogspot.com/-Le1xz-D_dtQ/Uor5C-7nPmI/AAAAAAAAAGs/Wv-6UyBG89s/s1600/cover+miss+bento.jpg)
cover miss bento yang unyu-unyuu :D

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments