Thoughts, stories and ideas.

Menyusuri Hutan Mangrove di Ujung Jakarta

10th August 2017

Ternyata, bukan hanya gedung pencakar langit dan pusat perbelanjaan besar yang ada di Jakarta. Di ujung Jakarta, tepatnya di daerah Pantai Indah Kapuk, ada tempat wisata alam mangrove. Dari tempat tinggal saya di daerah Tangerang Selatan, tinggal masuk tol ke arah lingkar luar menuju Pluit, searah dengan tol bandara. Hanya perlu waktu kurang lebih 30 menit, di hari Minggu pagi itu akhirnya saya tiba di hutan mangrove.

Dari informasi di pintu gerbang, saya jadi tahu, selain wisata alam hutan mangrove, di sana juga ada kano, arena outbond juga penginapan.

alt

Saya memilih mengelilingi hutan mangrove dengan menyusuri jembatan terbuat dari bambu dan batang kayu. Beberapa kali terlihat burung bangau terbang rendah. Saking terkesimanya sampai tidak sempat memotret haha... sayang, di beberapa tempat terlihat sampah botol botol plastik di antara akar akar mangrove. Haduh... mbok ya buang di tempat sampah gitu loh... 

alt

Bagi pengunjung yang ingin menanam mangrove, pihak pengelola menyediakan bibit dan lahan untuk menanam. Nantinya pohon-pohon mangrove itu akan menjadi perisai yang melindungi daratan dari abrasi air laut.

alt Bagi yang datang berombongan dan berencana mengadakan acara outbond, tersedia pondokan yang di bangun di atas rawa rawa hutan mangrove. Sepertinya seru. Tapi, kalau saya membawa keluarga menginap di sini, saya khawatir nino akan kecemplung ke dalam rawa.

alt

Karena letaknya dekat bandara Soekarno Hatta, pesawat-pesawat yang hendak mendarat terlihat jelas. Bagi pencinta pesawat, bisa memotret pesawat sepuasnya. 

Di Hutan mangrove ini ada banyak tempat menarik untuk berfoto. Jadi jangan sia-siakan kesempatan berpose. 

alt

Selesai berkeliling, tidak perlu khawatir kehausan dan kelaparan. Di dekat gerbang ada kantin yang menjual minuman dingin dan makanan ringan. Di sebelahnya ada area duduk duduk dinaungi jejeran payung cantik warna warni. Pas banget buat dipajang di instagram haha

alt

Gimana? Asyik kan?

Tips:

  1. Bila membawa anak usia si bawah 10 tahun, lebih baik digandeng. Di beberapa tempat, jembatan terasa bergoyang saat dilewati

  2. membawa kamera sejenis DSLR dikenakan biaya 1.500.000 (menurut saya sih terlalu mahal). Hp berkamera diperkenankan.

  3. Umumnya daerah pesisir, cuaca terasa panas dan lembab. Gunakan pakaian yang nyaman. Bawa baju ganti untuk berjaga-jaga bila baju yang dipakai basah oleh keringat.

  4. Datanglah sepagi mungkin agar lebih nyaman berkeliling hutan mangrove. Wisata Alam Mangrove Buka mulat pukul 7 pagi.

  5. Selalu hati-hati dan waspada karena tidak semua jembatan memiliki pegangan.

  6. Gunakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin agar mudah berjalan di atas jembatan.

  7. Tiket masuk untuk dewasa Rp. 20.000 anak-anak 10.000 mobil 25.000 (semoga saya tidak salah)

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments