Thoughts, stories and ideas.

Mengubah Jalan-jalan Jadi Cerita Misteri

14th January 2019

Kira-kira dua minggu yang lalu, saya terlibat obrolan tentang seri misteri yang saya tulis.
Pertanyaan yang diajukan kepada saya kurang lebih seperti ini:

Mana yang lebih dulu, dapat ide kemudian survey atau survey dulu baru dapat ide?

Sebenarnya bukan survey tapi jalan-jalan :D

Novel Misteri Bukit Berkabut ini saya tulis setelah saya pulang jalan-jalan berdua dengan si sulung ke Karanganyar.

Di sana, kami ke candi Cetho, candi Sukuh, ngeteh cantik di Rumah Teh Ndoro Dongker, ngopi dan belanja oleh-oleh di Solo. Sempat reunian dengan teman lama yang dulu tinggal di BSD kemudian pindah ke Colomadu.

alt

Apa yang saya alami, apa yang saya rasakan, saya lihat dan saya dengar, saya masukkan ke dalam cerita. Selebihnya adalah cerita rekaan. Tapi, saya beneran minum teh putih, loh! Dan rasanya memang enak dan harganya memang mahal :p

Urutannya begini:
1. Jalan-jalan, foto-foto, ngobrol dengan penduduk lokal.
2. Nemu sesuatu yang unik yang ada di daerah itu.
3. Sampai rumah, browsing, cari data tentang sesuatu yang unik itu.
4. Mulai mereka-reka cerita, bagaimana kalau sesuatu yang unik itu hilang? Siapa yang akan terdampak?
5. Karena yang akan dibikin ini novel anak-anak, sesuatu yang hilang itu harus berdampak ke si tokoh anak-anak.
6. Tentukan tokoh cerita, protagonis dan antagonis.
7. Bikin outline cerita.

alt

Tidak setiap acara jalan-jalan menghasilkan cerita. Saya sudah beberapa kali ke Bali tapi sampai sekarang belum bisa bikin cerita misteri dengan setting Bali. Khawatir terbentur dengan nilai budaya dan agama yang sangat kental di sana.

Sekadar tips dari saya:

Jangan membebani diri. Setiap perjalanan pasti menghasilkan cerita. Mungkin tidak bisa dibukukan tapi paling tidak memperkaya pengalaman hidup. Dinikmati saja.

Usahakan menjalin pertemanan dengan penduduk lokal. Bisa dijadikan nara sumber dan tempat kita bertanya. Ingat, tidak semua yang ada di google itu benar.

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments