Thoughts, stories and ideas.

Mencicipi Garuda Explorer Jet - Bombardier

27th September 2019

Saat tahu bahwa pesawat yang kami tumpangi ke Tanjung Pandan adalah Garuda Explorer Jet, yang terasa adalah deg-deg-an, tapi juga jadi enggak sabar pingin segera terbang 😄

Deg-deg-an karena ini pertama kalinya kami naik pesawat kecil, dengan kapasitas 96 orang, formasi kursi 2-2 dan tanpa fasilitas hiburan, dan pintunya berfungsi sebagai tangga masuk pesawat.

Enggak sabar karena kapan lagi bisa mencicipi naik pesawat kecil dengan body memanjang seperti pinsil.

You know what, nyaris seluruh penumpang terjangkit virus norak, foto-foto dan selpih di sekitar pesawat sambil nunggu antrean masuk ke dalam pesawat 😆 mumpung naik pesawat enggak lewat garbarata, puas-puasin deh selpih 😆

alt

Kesan saya selama naik pesawat:
Goyang, broh! 🤭

Pesawat bombardier ini mempunyai ketinggian jelajah 38.000 kaki, berbeda dengan pesawat besar yang jelajahnya 40.000 kaki. Setiap kali menembus awan, goyangannya sangat terasa.

Penerbangan ke Belitung memakan waktu +/- 50 menit (belum termasuk taxiway).

Karena penerbangannya pendek, para penumpang hanya mendapat snack dan air mineral dalam paper bag.

alt

Baru selesai makan, udah mau mendarat aja 😃

Turun dari pesawat, acara selpih kembali berulang. Mungkin di dalam kokpit sana, Mas Pilot geleng-geleng kepala melihat ulah kami. Maklumin aja lah yaaa 😃

alt

Si Nino gak mau lagi naik bombardier. Katanya goyang goyang.

Kalau emaknya sih mau mau aja selama dibayarin *eh 🤭

Ibu 2 anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Suka jalan-jalan, ngopi dan ngeteh. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments