Thoughts, stories and ideas.

Mencicipi ETS Rute Kuala Lumpur - Ipoh

7th July 2019

Ceritanya, kami pingin nyobain naik kereta di Malaysia. Jadi, saat berencana jalan-jalan ke Ipoh kami memutuskan naik kereta ETS (Electric Train Service).

alt ket: foto ETS Rute Ipoh - KL

Tiket ETS ini bisa dibeli di web. Tinggal pilih mau yang Gold, platinum, atau silver. Semacam mau pilih kelas eksekutif atau kelas bisnis gitu deh, dan langsung pilih kursi. Setelah itu bayar pakai kartu kredit dan print tiketnya.

alt

Kursi kereta ETS ini ada yang menghadap depan, ada yang menghadap belakang.

Patokannya:

kalau dari KL Sentral mau ke Ipoh, pilih nomor kursi belasan.
Kalau dari Ipoh ke KL Sentral, pilih nomor 1-8
Kursi no. 9-10 saya lupa menghadap depan atau menghadap belakang.

Waktu berangkat ke Ipoh, saya dapat kursi yang menghadap belakang. Maklum, belum pengalaman pesan kursi ETS. Kebayang kan, 2.5 jam duduk mundur 😆

Pusing, bo! 🤣🤣🤣

Rangkaian kereta ETS ini terdiri dari 6 coach (gerbong). Cemilan dan minuman bisa dibeli di gerbong C. Enggak ada tuh pramugari atau pramugara kereta yang kelilingan nawarin menu.

alt

Satu lagi nih, enggak setiap gerbong ada toiletnya.
Pas pergi, kami di gerbong B, ada toilet.
Pas balik ke KL, kami di gerbong A. Jadi kudu nyebrang gerbong kalau mau pipis.
Rada PR pas ada anak kecil kebelet pipis tapi takut nyebrang gerbong 🤣🤣🤣

alt

Sekedar saran:

Sebelum masuk ke toilet, coba dulu cara mengunci dan membuka pintu toilet.
Jangan sampai mengalami terkunci di toilet seperti saya 😆

Jadi, di pintu toilet tertulis posisi unlock - lock. Sebelum keluar, saya putar kunci ke posisi unlock. Ternyata pintunya enggak bisa dibuka!

Dengan panik saya gedor-gedor pintu. Tarik sekuat tenaga, tapi tetap enggak bisa kebuka.
Iseng-iseng saya putar kuncinya ke posisi lock dan taraaa... pintu bisa dibuka!

Saya di-prank pintu kereta hahaha.

Dibanding ETS, kereta priority kita masih lebih bagus lah *ciyeehhh 😎

Kalau enggak percaya, baca deh di sini

Gimana? Setuju, kan?

Ibu 2 anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Suka jalan-jalan, ngopi dan ngeteh. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments