Thoughts, stories and ideas.

Laut Kita Penuh Harta Karun - Kompas 13 Desember 2015

16th December 2015

Dari Pantai Sampai ke Laut

alt Tanggal 13 Desember lalu, naskah cerita saya yang berjudul ‘Laut Kita Penuh Harta Karun’ dimuat di Nusantara Bertutur Kompas. Itu adalah naskah yang masa tunggunya paling singkat, kurang lebih sebulan. Bandingkan dengan cerita berjudul ‘Tongke Untuk Mama’ yang dimuat di Kompas Anak 1 November 2015 setelah penantian kurang lebih satu tahun.

Naskah ‘Laut Kita Penuh Harta Karun’ itu saya kirim setelah membaca postingan Mba Riawany Elyta di Grup BAW Community. Di antara beberapa tema, saya memilih tema ‘Deklarasi Juanda’ walaupun saya tidak tahu apa itu Deklarasi Juanda. Saya pikir, tema lainnya seperti korupsi dan hari Ibu pasti banyak yang tertarik menuliskannya.

Dari laman Wikipedia, saya akhirnya tahu bahwa deklarasi yang dicetuskan pada tanggal 13 Desember 1957 oleh Djuanda Kartawidjaja – Perdana Menteri Indonesia pada saat itu -- adalah deklarasi yang menyatakan kepada dunia bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI. Artinya, kapal-kapal asing tidak bisa seenaknya berlayar dan mengambil kekayaan yang ada di dalamnya.

Kekayaan alam apa yang ada di dalam laut dan harganya mahal? Pikiran saya langsung tertuju kepada ‘mutiara’. Kebetulan akhir tahun 2013 dan akhir tahun 2015 saya pergi ke Lombok. Perairan di sekitar Pulau Lombok adalah tempat budidaya mutiara.

Dua kali ke Lombok membuat saya punya banyak ‘cerita’ yang kemudian saya jadikan bahan menulis novel anak ‘Misteri Pantai Mutiara’. Bahan itu pula yang saya jadikan cerita ‘Laut Kita Penuh Harta Karun’ yang dimuat di Nusantara Bertutur.

Apakah saya melakukan riset kecil untuk cerita tersebut? Jawabannya, ya. Saya melakukannya saat menulis ‘Misteri Pantai Mutiara’. Jadi, dari satu riset bisa dibuat beberapa versi cerita. Sampai sekarang baru dua versi, mungkin esok lusa akan muncul versi lainnya.

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments