Thoughts, stories and ideas.

Kompas Anak – Sebuah Kenangan

27th February 2016

Semalam saya chatting dengan salah seorang Suhu penulis cerita anak. Kami membicarakan kekhawatiran tutupnya Kompas Anak yang hadir setiap hari Minggu. Apa yang kami khawatirkan akhirnya menjadi kenyataan. Minggu pagi ini, Kompas Anak mengucapkan salam perpisahan. Sulit menggambarkan apa yang saya rasakan. Yang pasti ada rasa sedih dan kehilangan.

alt

Walaupun tidak banyak, beberapa karya saya pernah menghiasi halaman Kompas Anak dalam rentang waktu antara tahun 2012 – 2015. Yang pertama kali dimuat adalah artikel tentang yoghurt. Jangan ditanya kegembiraan yang saya rasakan saat itu. Saya memamerkannya kepada orang rumah kemudian mengunggahnya di akun facebook.

alt

Saya kemudian mencoba membuat jenis tulisan lainnya seperti resensi dan cerita anak. Dua buah resensi saya pernah dimuat di Kompas.

alt

Disusul kemudian dengan cerita anak.

alt

Dalam setahun paling banyak hanya dua karya saya yang lolos penilaian redaksi Kompas Anak. Padahal yang saya kirim lebih dari dua. Lalu kemana sisanya? Ya ditolak dong… hehe… Saya menyebutnya dengan surat cinta dari Kompas.

Kenangan indah lainnya adalah saat buku misteri karya saya muncul di rubrik resensi Kompas Anak. Duh, senangnyaaa….

alt

Mengutip lirik lagu I will Always Love You, bitter sweet memories, that's all I'm taking with me, kenangan-kenangan itulah yang akan saya bawa.

Satu lagi media cetak tumbang. Terima kasih telah memberikan kesempatan kepada penulis cerita anak untuk berkarya. Terima kasih telah mengijinkan saya menjadi bagian dari perjalanan Kompas Anak. Semoga suatu saat nanti, Kompas Anak bisa kembali hadir. Semoga….

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments