Thoughts, stories and ideas.

Kipas-kipas di Danau Sebangau

23rd November 2017

Walaupun sudah sarapan di pesawat, saya tetap semangat saat diajak sarapan ketupat Kandangan yang ngehits. Bagi saya, jalan-jalan tanpa mencicipi kuliner lokal bagaikan hp tanpa sinyal.
Tentang kuliner ini nanti akan saya buat postingan tersendiri.

Selesai sarapan, kami menuju Danau Sebangau. Kawasan wisata ini terletak di Kelurahan Kereng Bangkirai, kecamatan Sebangau, Kota Palangkaraya.

alt

Dari Palangkaraya kira-kira perlu waktu kurang lebih 15 menit. Pakai ukuran menit waktu sono loh, ya! Tanpa macet, tanpa antrean kendaraan di lampu merah. Jangan disamakan dengan di sini apalagi di daerah Viktor yang always macet... bzzz...

Sebelum sampai di dermaga, kami menyusuri jembatan warna warni. Namanya jembatan pelangi. Serasa bidadari yang meniti pelangi *sedeeep...

alt

Perahu yang dipakai untuk berkeliling Danau Sebangau cukup besar. Harga sewanya Rp. 100.000 dan bisa mengangkut hingga 20 orang. Kalau anggota rombongan 20 orang, jatuhnya lebih murah. Hanya Rp. 5.000 perorang. Urusan itung-itungan, emak-emak emang jago banget dah...

Fasilitas perahu wisata ini cukup lengkap. Ada kulkas kecil berisi minuman kemasan. Ada makanan ringan. Ada tempat karaoke di bagian belakang. Listriknya berasal dari genset kecil. Sambil menikmati perjalanan keliling Danau Sebangau bisa sambil karaokean dan menikmati minuman dingin. Asyik kan?

alt

Beberapa penghuni rumah panggung dekat dermaga sibuk membersihkan ikan hasil tangkapan dari danau yang airnya berwarna hitam kemerahan. Bukan karena kotor loh, ya! Warna seperti itu berasal dari gambut di dasar danau dan mengandung zat tanin yang tinggi. Ikan-ikan hais tangkapan nantinya akan dijadikan ikan asin.

Kolong rumah dipakai untuk tempat parkir perahu. Di antara rumah-rumah panggung itu berdiri rumah walet. Kata Dian, seorang juragan walet bisa mendapatkan 500 juta sebulan. Wuidih... jadi juragan walet saja deh kalau begitu...

Di sela-sela mengabadikan dan menikmati suasana Danau Sebangau, saya sibuk kipas-kipas. Padahal menurut Dian, cuaca saat itu tidak terlalu panas karena agak mendung. Tetap saja Kemeja saya basah oleh keringat dan kerudung terasa lembab.

alt

Saat perjalanan kembali ke dermaga, kami berpapasan dengan perahu lain. Penumpangnya hanya dua orang. Mereka duduk berhadapan sambil minum segelas berdua. Entah romantis, entah ngirit.

Seperti yang dikatakan suami Dian, wisata Danau Sebangau ini baru pemanasan. Perjalanan sesungguhnya adalah menyusuri Sungai Koran yang berhulu di Taman Nasional Danau Sebangau.

"Gimana? Lanjut?" tanya Mas Urip.

Lanjut dooong... Jauh-jauh ke Palangkaraya mosok cuma wisata danau doang.

Berangkaaat...!

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments