Thoughts, stories and ideas.

Karena misteri itu membuat ketagihan

4th September 2015

Saya pernah chatting dengan Mba Yovita Siswati yang sudah membuat sekian banyak buku misteri dari seri misteri favorit Kiddo. Menurut Mba Yo, menulis cerita misteri itu bikin ketagihan.

Sepertinya Mba Yo benar. Setelah buku ‘Misteri Pantai Mutiara’ terbit, saya jadi ingin membuat cerita lainnya. Pertanyaannya: cerita apa? Settingnya di mana? Apa yang menjadi misterinya?

Lewat foto-foto yang diunggah Dian -- teman SMP saya yang kini tinggal di Buntok, Kalimantan Tengah, akhirnya saya mendapat ide. 

Awalnya sempat ragu bagaimana saya mengumpulkan bahannya. Tapi Dian menyanggupi membantu saya. Dia kelihatan antusias dan bersemangat. Dia bahkan bersedia mewawancarai nakhoda kapal tongkang. Nah loh, ada apa dengan nakhoda kapal tongkang? Supaya gak penasaran, makanya baca buku ‘Misteri Tambang Menggerung’ ya!

Lalu, apakah proses buku kedua ini jadi lebih mudah dibanding buku sebelumnya? Tentu tidak dong, hehe… Saya malah merasa yang kedua ini lebih sulit dan butuh ‘effort’ lebih besar.

Kurang lebih dua bulan setelah saya mengirimkan naskah, saya mendapat kabar bahwa naskah saya akan diproses lebih lanjut. Yeayyy! Diproses lebih lanjut itu maksudnya direvisi, bukan langsung dicetak hehe… Cukup banyak yang direvisi termasuk judul. Dari revisi itu saya belajar banyak hal. Revisi itu sempat membuat kadar pe-de saya merosot tajam dan membuat saya bertanya-tanya. Kenapa buku kedua ini revisinya lebih banyak? Jangan-jangan kemampuan menulis saya mengalami kemunduran yang cukup signifikan huhuhu… Tapi menurut Dian, setelah direvisi, naskahnya jadi lebih seru dan lebih bagus. Mudah-mudahan Dian tidak sedang menghibur saya hiks hiks…

Proses buku kedua ini lebih lama dari buku pertama. Mungkin karena terseling dengan bulan puasa dan libur lebaran. Akhirnya tanggal 31 Agustus, buku itu terbit dengan judul Misteri Tambang Menggerung. Kenapa tambang bisa menggerung? Bacalah bukunya, haha…

Buku ini tidak akan terwujud tanpa bantuan Dian dan suaminya yang ikut repot melengkapi bahan buat tulisan saya. Sebagai ucapan terima kasih, nama Dian saya jadikan tokoh di dalam cerita saya.

Saya beruntung memiliki teman-teman yang baik hati dan bersedia direpotkan. So, in my humble opinion, untuk menghasilkan sebuah buku, you can’t stand-alone. You need support from your friends, environment and also from yourself. Just make sure that you have it all.     

Lalu, apakah setelah ini saya akan menulis cerita misteri lainnya? Tergantung… tergantung apakah ‘candu’ itu masih kuat mempengaruhi saya, hehe… Yang jelas, saya senang sekali buku itu akhirnya terbit dan menutup bulan Agustus dengan manis.

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments