Thoughts, stories and ideas.

Jejak Kaki Misterius – Di Balik Cerita ‘Pencuri Berlonceng’.

26th February 2016

Di dalam kumcer Jejak Kaki Misterius yang diterbitkan oleh Penerbit Indiva, ada satu cerita karya saya berjudul ‘Pencuri Berlonceng’. Untuk mempromosikan buku tersebut, diadakanlah Giveaway di blog Riawany Elyta. Peserta GA diminta menyebutkan tiga judul cerita yang menurut mereka membuat penasaran. Beberapa peserta GA Jejak Kaki Misterius merasa penasaran dengan cerita tersebut. Pencuri kok berlonceng? Supaya tidak penasaran lagi, silakan dibeli bukunya dan dibaca ceritanya hehe…
Pencuri Berlonceng adalah cerita lama. Saya menemukannya dalam folder cerita yang saya kirim ke Bobo sekitar tiga tahun lalu. Daripada teronggok di folder yang berdebu, saya otak atik lagi dan saya kirimkan ke audisi cerita misteri yang diadakan oleh BaW Community. Alhamdulillah lolos. Seorang teman bertanya bagaimana saya menemukan ide cerita tersebut. Jawabannya sederhana. Saya menemukannya saat teman-teman si sulung yang saat itu masih duduk di sekolah dasar datang ke rumah dan berlatih tari Badinding. Sebelum masuk ke dalam rumah, mereka melepas kaos kaki dan meletakkannya di dalam sepatu. Selanjutnya hanya tinggal menambahkan konflik, memolesnya dan mengemasnya dengan baik. Tarraaa… jadilah cerita misteri. Pertanyaan berikutnya, kenapa masih tertarik ikutan proyek antologi? Bukankah buku solo lebih bergengsi dibanding buku ‘keroyokan’? Begini ceritanya. Saya mengawali tulis menulis saya dengan mengikuti proyek buku antologi, sebelum akhirnya saya bisa menerbitkan buku solo dengan hanya nama saya yang ada di cover depan. Kalau setelah itu saya jadi tidak mau lagi ikutan proyek antologi, kok rasanya sombong sekali ya? Saya mah apa atuh… Hanya penulis apalah apalah… Last but not least, belilah buku ini. Ceritanya menarik dan menggugah selera membaca. Kalau memang suka dengan cerita misteri berbau petualangan dengan selipan pengetahuan, seri misteri favorit dari Penerbit Kiddo bisa dijadikan pilihan. Kebetulan ada dua judul yang saya tulis. Judul ketiga sedang dalam proses cetak.

alt

Bacaan yang baik bukan hanya menghibur tetapi juga membuat pembacanya mendapatkan sesuatu yang baru setelah selesai membaca. Setuju?

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments