Thoughts, stories and ideas.

It's about 'flying clock'

28th July 2016

Tidak ada yang instant di dunia ini. Bahkan untuk bisa menikmati mie instant dan kopi instant-pun ada proses yang perlu dilewati. Bidang apapun yang Kita tekuni, jam terbang sangat berpengaruh.

Libur lebaran kemarin, saya minta diajari sedikit fotografi. Mumpung ketemu adik saya yang fotografer. Bukan untuk menjadi forografer handal. Paling tidak, foto yang saya unggah di media sosial enak dipandang *tsaaahhh...

Ternyata tidak mudah menghasilkan foto yang 'bagus'. Saya sampai keringetan menata makanan dan minuman yang akan difoto. Padahal kalau sedang dikejar tenggat waktu, saya tidak pernah sampai keringetan. Paling juga sakit kepala hehe.... Urusan menata-nata ini benar-benar menghabiskan waktu.

Bukan hanya menulis, dalam fotografi pun ada tenggat waktu. Untuk memotret minuman kopi, waktunya hanya 2 menit! Karena, setelah 2 menit, busa (foam) minuman kopi akan turun dan meninggalkan bekas di sisi dalam cangkir. Hasil fotonya tidak terlihat cantik. Jadi, kalau lewat dari dua menit, ya bikin lagi. Ya sudah, saya gak jadi motret kopi, motret yang lain saja (yang ternyata sama sulitnya) hiks hiks...

alt

Saya juga baru tahu kalau 80% makanan atau minuman untuk keperluan foto, setelahnya tidak layak dikonsumsi. Alasannya sederhana. Untuk tampil cantik, makanan dan minuman perlu dipoles-poles. Memangnya situ mau makan atau minum yang udah dipoles?

Namanya juga emak-emak, saya ogah rugi. Jadi saya selalu berusaha bagaimana caranya makanan atau minuman tersebut tetap bisa dikonsumsi.

Akhirnya, dengan susah payah, saya bisa juga menghasilkan foto yang -- kata adik saya -- lumayan. Duh, udah segitu keringetan cuma dibilang lumayan hiks hiks...

alt

Kesimpulannya: lensa dan jenis kamera memang menentukan hasil akhir. Tapi, yang terpenting adalah orang yang mengoperasikannya. Semakin tinggi jam terbang, feeling akan semakin terasah, semakin piawai menentukan sudut pengambilan foto, semakin cantik foto yang dihasilkan. It's about flying clock alias jam terbang.

alt

Jadi, sudah berapa banyak pokemon eh, jam terbang yang Anda miliki?

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments