Thoughts, stories and ideas.

HOROR ini menjadikan saya juara

16th April 2015

Tidak banyak kejadian horor yang saya alami dan saya juga tidak ingin mengalaminya. Cukuplah horor itu ada di dalam film yang saya tonton. Tidak perlu saya alami. Seingat saya hanya ada dua kejadian yang mendirikan bulu roma yang tersimpan di memori saya. Salah satunya adalah kejadian yang terjadi beberapa hari setelah saya dan suami menikah. Yang lainnya saya alami saat berlibur di Bali dan telah dibukukan dalam antologi ‘Scary Moment’.         

Tahun 2014 lalu saat saya merasa tidak bisa lagi menulis, ada sebuah pengumuman lomba yang terbaca secara tidak sengaja. Setelah membaca syarat dan ketentuannya, akhirnya saya memutuskan mengikuti ‘Ghost Writing Competition’ kerjasama Writing Management dan Grasindo itu. Seorang teman meledek saya. Dia bilang untuk apa mengikuti proyek antologi yang tidak ada royaltinya padahal saya telah menerbitkan beberapa buku solo di penerbit mayor. Saya cuma cengar-cengir. Lah wong saya ini sedang berlatih menulis kembali….   

Saya tidak berharap banyak dari lomba itu. Saya bukan tipe orang yang beruntung dalam lomba, undian ataupun doorprize. Setelah mundur dari jadwal semula, akhirnya pengumuman pemenang ditayangkan di fans page penyelenggara. Saya cuma bisa bengong… Loh, menang?!         

Selama beberapa hari setelahnya saya menanti-nanti barangkali ada ralat pengumuman pemenang. Saya baru yakin saya menang setelah hadiah uang ditransfer dan paket buku saya terima.

Saya ingat saya mencurahkan segala daya upaya di beberapa lomba dan tidak ada satupun yang menang. Prestasi paling bagus adalah menjadi naskah pilihan. Ternyata yang horor ini malah menjadikan saya juara…. Jadi mikir, apa mungkin aura saya segitu horornya ya?

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments