Thoughts, stories and ideas.

Garuda Indonesia Membawaku Terbang Menjelajahi Keindahan Lombok

4th August 2015

Mendengar kata Lombok, yang terbayang adalah pantai-pantai cantik nan menawan, kilau mutiara yang memesona dan keunikan budaya yang seolah tiada akhir. Lombok menjadi destinasi impian. Program promo menarik dari www.garuda-indonesia.com

Kami memanfaatkan fasilitas early check-inuntuk menghindari antrean panjang karena keberangkatan kami bertepatan dengan libur akhir tahun. Dengan demikian kami hanya perlu mendaftarkan bagasi saat tiba di bandara.

Pesawat GA-434 yang kami tumpangi berangkat tepat waktu. Salah satu keuntungan bepergian dengan penerbangan pagi hari adalah kesempatan menikmati saat-saat matahari terbit lewat jendela pesawat. Bayangkan, menyesap kenikmatan secangkir teh hangat dan menikmati menu sarapan sambil memandang tombak-tombak kuning sinar matahari pagi menyinari gumpalan awan putih yang berserak di angkasa. It’s so amazing moment.

Pilihan kami terbang bersama Garuda tidak keliru. Walaupun cuaca kurang bersahabat dan lampu kenakan sabuk pengaman menyala hampir sepanjang perjalanan, si kecil tetap tenang. Ia asyik menonton film kesukaannya. Penerbangan diakhiri dengan smooth landing khas Garuda.

Diiringi senyum dan ucapan terima kasih para awak kabin, kami memulai petualangan di Pulau Lombok. Dimulai dengan mengunjungi Pantai Kuta yang butiran pasirnya sebesar merica, kemudian mengagumi birunya air laut di Tanjung Aan dan menutup hari dengan menikmati keindahan sunset di Pantai Senggigi. Kelezatan kuliner Ikan Bumbu Kuning, Pelecing Kangkung dan Ayam Taliwang melengkapi hari pertama liburan.

Mengunjungi Pulau Lombok belum lengkap bila belum mengunjungi Pantai Pink. Setelah menempuh perjalanan selama dua jam dari Senggigi, akhirnya kami tiba di Pelabuhan Tanjung Luar dan siap memulai petualangan hari kedua. Sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan menawan birunya air laut yang tenang dan gumpalan awan putih menghiasi langit cerah, Perahu melaju melewati tempat budidaya kerapu, lobster, jaring apung dan akhirnya tiba di Pulau Pasir, pulau yang  berupa gundukan pasir dan hanya bisa disinggahi saat air laut tidak dalam keadaan pasang. Bintang-bintang laut  menyambut kedatangan kami dan ikut berpose bersama kami. Ah, seandainya bintang-bintang laut itu bisa kami bawa pulang….

Kami melewati gili-gili tidak berpenghuni dengan pasir pantainya yang putih bersih dan tebing-tebing batu yang memanggil-manggil kami untuk singgah dan berjalan menyusuri pantai atau sekedar snorkeling. Para pekerja di tempat budidaya mutiara yang kami lewati menyapa hangat dan melambaikan tangan. Sementara itu Pulau Sumbawa terlihat jelas berdiri dengan gagahnya.

Ternyata bukan hanya pasir pantainya yang berwarna pink yang memesona. Di Pantai Pink juga terdapat gua-gua yang dibangun pada masa penjajahan Jepang. Konon hanya keturunan tentara Jepang itu yang mengetahui peta gua jepang yang saling berhubungan itu.

Lombok benar-benar kaya akan pantai indah dan menawan. Beberapa di antaranya sempat kami datangi di hari ketiga. Tidak lupa kami berbelanja oleh-oleh, termasuk membeli mutiara Lombok yang sudah terkenal hingga mancanegara. Dengan fasilitas bagasi 20 kg perorang, seluruh oleh-oleh yang kami beli bisa terangkut.            Sebelum pulang, kami menyempatkan diri menikmati Pantai Senggigi. Ah, belum puas rasanya menikmati keindahan Lombok. It was really memorable experiences.

Tidak sabar rasanya menjelajahi satu demi satu tempat-tempat eksotik lainnya. Tentu saja bersama 5 Star Airlines kebanggaan Indonesia, Garuda Indonesia.

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments