Thoughts, stories and ideas.

Bukti Terbit, Untuk Siapa Saja?

5th April 2016

Di awal buku saya terbit dan beredar, beberapa teman merayu minta dikirimi buku. Gratis tentu saja. Semakin ke sini, tidak ada lagi yang begitu. Mungkin gak tertarik dengan buku saya, hihihi… Mereka yang minta gratis beralasan bahwa sebagai penulis (dan pengarang), tentunya saya memperoleh jatah buku dari penerbit. Iya, sih… tapi kan….

Bukan tanpa alasan saya menolak permintaan seperti itu. Saya ceritain, ya. Setiap penerbit memiliki kebijakan berbeda berapa jumlah eksemplar buku yang akan diberikan kepada penulis atau pengarang. Eh, sudah tahu kan apa bedanya antara penulis dan pengarang? Mudahnya, penulis itu untuk jenis buku nonfiksi. Pengarang itu untuk jenis buku fiksi. Kembali ke bukti terbit. Ada penerbit yang memberikan lima eksemplar buku, ada juga yang memberikan sepuluh eksemplar tetapi ada juga yang memberikan hanya satu eksemplar. Yang terakhir itu biasanya untuk jenis buku antologi yaitu buku yang disusun oleh beberapa orang. Untuk naskah duet, biasanya jumlahnya dibagi dua. Kalau biasanya saya menerima lima buku, untuk naskah duet, saya hanya menerima dua buku. Kan gak mungkin masing-masing menerima dua setengah buku, iya kan?

alt

Kita bicara dari yang paling banyak dulu, deh. Sepuluh eksemplar buku itu saya bagi sebagai berikut:
1 exp untuk arsip
1 exp untuk narasumber, orang yang membantu saya selama proses penulisan. Orang yang saya tanya tanya. Orang yang saya wawancara. Intinya, orang yang saya maintain tolong ini itu termasuk first reader (pembaca pertama).
1 exp untuk penyelenggara kuis (giveaway) lewat blog. Dia perlu membaca bukunya lebih dulu sebelum melempar kuis, bukan? Kenapa tidak menyelenggarakan sendiri? Karena teman saya dan follower saya cuma segitu-gitunya.
2 exp untuk hadiah kuis (giveaway)
3 exp untuk keperluan promosi
2 exp untuk hadiah kuis lainnya.
Pembagian ini bisa berubah tergantung keadaan dan mood saya, hihihi…

alt

Lalu bagaimana bila hanya menerima 5 (lima) eksemplar bukti terbit? Biasanya pembagiannya akan seperti ini:
1 exp untuk arsip
1 exp untuk narasumber, orang yang membantu saya selama proses penulisan. Orang yang saya tanya tanya. Orang yang saya wawancara. Intinya, orang yang ikutan repot.
1 exp untuk penyelenggara kuis (giveaway) lewat blog. Dia perlu membaca bukunya lebih dulu sebelum melempar kuis, bukan?
2 exp untuk hadiah kuis (giveaway)

alt

Bagaimana bila saya mengadakan kuis lainnya? Itu sih, pintar-pintarnya saya saja, hehehe… Nah, sekarang terbayang kan, bila bukti terbit-nya hanya dua atau bahkan satu? Jadi, mulai sekarang, plis deh, jangan minta buku gratisan lagi ya? Kadang-kadang, kalau saya sedang baik hati, tanpa diminta saya akan memberi. Doakan saja semoga saya baik hati sepanjang hari ☺

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments