Thoughts, stories and ideas.

Borneo, I’m coming

22nd November 2017

Sudah lama saya ingin ke Kalimantan. Kalau ditanya alasannya, jawabannya singkat saja, “penasaran”, hahaha...
Saya kemudian menghubungi Dian, teman SMP yang tinggal di Buntok - 4 jam perjalanan dari Palangkaraya. Awalnya chatting ngalor ngidul, lama kelamaan jadi serius. Dian kemudian menyusun itinerary bila saya jadi berkunjung ke Palangkaraya.

Bagi yang sudah baca buku Misteri Tambang Menggerung, tentu sudah kenal dengan Dian yang jadi tokoh di buku itu. Kalau penasaran seperti apa sosok Dian, bacalah bukunya.

alt

Setelah melalui pertimbangan ini itu khas emak-emak jaman old, akhirnya saya memilih tal 18-19 November.

Sepanjang perjalanan menuju Palangkaraya, saya nyaris tidak bisa melihat apa-apa. Cuaca mendung menghalangi pemandangan. Padahal saya sudah bela-belain pesan tempat duduk dekat jendela supaya bisa motret pemandangan dari jendela pesawat, hiks... hiks...

Faktor cuaca pula yang membuat perjalanan naik pesawat seperti naik mobil yang melewati jalanan berbatu. Lampu tanda kenakan sabuk pengaman menyala hampir sepanjang perjalanan. Padahal saya sudah kebelet pipis. Ada penumpang yang nekat ke toilet tapi langsung disuruh kembali ke kursi.

Jadi ingat, nino pernah kebelet pipis saat pesawat akan landing di Bandara International Lombok. Untung saya bawa botol aqua kecil. Saya habiskan isinya dan saya suruh nino pipis di botol aqua. Jorok? Biarin aja, daripada ngompol di kursi. Saat mau landing, mana boleh ke toilet, iya kan? Iya dong....

Back to the story. Karena landasan pacu di bandara Tjilik Riwut termasuk pendek, pesawat mendarat seperti mobil yang direm saat sedang melaju kencang. Debu putih mengepul saat roda pesawat bersentuhan dengan landasan. Nyesel saya melihat ke arah roda pesawat. Saya jadi deg-deg-an… hiks…

Pintu pesawat terbuka dan hujan gerimis menyambut para penumpang. Bandara Tjilik Riwut ini beneran cilik. Tidak ada garbarata. Penumpang turun melalui tangga pesawat dan berjalan menuju gedung terminal sambil memakai payung. Rencana saya foto-foto dengan latar belakang pesawat batal. Rempong foto-foto di tengah hujan hahaha...

alt

Borneo, I’m coming!

Tips:

Daripada rempong, puas-puasin pipis di darat. Kita tidak tahu cuaca selama perjalanan.

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments