Thoughts, stories and ideas.

Berbinar-binar di The Big Bad Wolf Book Sales

30th April 2016

Hal yang menggembirakan bagi pencinta buku adalah berbelanja buku. Apalagi bila buku-buku tersebut diberi potongan harga hingga 80%. Dijamin mata akan berbinar-binar.

Mulai tanggal 1-8 May 2016 berlangsung acara “The Big Bad Wolf Book Sale Jakarta” atau disingkat BBW agar lebih mudah. Acara tersebut diadakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Jadi sebenarnya flyer yang beredar di media sosial tidak tepat. Apalagi di flyer tersebut ditampilkan tugu monas. Tidak apalah. Yang menyenangkan dari BBW, tiket masuknya gratis!

alt

Walaupun tinggal di BSD, baru kali ini saya mendatangi ICE. Akses jalan menuju ICE lebar dan mulus. Masing-masing jalur terdiri dari empat lajur. Setelah berbelok menuju deretan gerbang masuk ke area ICE yang terdiri dari 10 hall, kondisi jalan hanya terdiri dari dua lajur. BBW menempati hall 10 yang letaknya paling ujung. Tempat parkirnya luas. Kalau kebagian parkir nun jauh di sana, lumayan membuat kaki pegal. Saya sempat melihat akses parkir basement tapi sepertinya masih ditutup.

alt

Memasuki hall, kita akan disambut dengan tumpukan buku. Di sebelah kiri adalah buku-buku dari penerbit Mizan dan lininya ditambah beberapa penerbit lokal. Ada buku anak-anak, komik, novel. Harganya mulai dari 5.000. Selain buku fiksi tersedia juga buku-buku nonfiksi seperti self-improvement, agama, perjalanan.

alt

Porsi buku terbesar yang dijual dalam BBW adalah buku import. Ada banyak jenis buku. Berbagai genre novel sampai buku nonfiksi. Bagian buku anak-anak termasuk bagian yang banyak diminati pengunjung.

alt

Ada berbagai jenis buku, mulai dari ensiklopedi, dongeng, kumpulan dongeng klasik sampai buku aktifitas. Ilustrasinya cantik, kertas luks dan harganya mulai dari 30.000 sampai ratusan ribu. Jauh lebih murah dibanding harga di toko.

alt

Juga ada buku-buku resep. Walaupun berbahasa inggris, mudah dipahami karena ditulis step bu step lengkap dengan foto-foto yang menawan.

alt

Buku-buku penunjang pelajaran juga tersedia. Penjelasannya mudah dipahami.

alt

Selain itu, ada pula buku-buku referensi arsitektur, desain, animasi, fotografi dan lainnya. Harganya murah mengingat fisik buku yang dicetak hard cover, full color dan berukuran besar. Buku tentang arsitektur ini harganya Rp. 200.000 padahal untuk mengangkatnya saja sampai terengah-engah.

alt

Untuk pengunjung yang bertransaksi dengan menggunakan kartu kredit atau debit mandiri, tersedia jalur khusus dan bisa menukar poin untuk mendapatkan pengurangan harga.

Di pintu keluar, pengunjung akan ditawari untuk menyumbang buku. Tersedia berbagai pilihan buku. Pengunjung hanya tinggal membayar buku yg akan disumbangkan. Buku tersebut akan dipisahkan dan disimpan. Pihak BBW akan menyumbangkannya lewat kemendikbud. Oh iya, ada spot menarik untuk berfoto sebelum meninggalkan hall. Poster-poster tersebut dijual, loh! Harganya Rp. 140.000 per poster.

alt

Di sekitar tempat keluar tersedia penjual makanan dan minuman. Ada Dapur Solo, Oldtown White Coffee dan beberapa gerai minuman. Pengunjung bisa melepas lelah setelah berbelanja dan mengumpulkan energi sebelum berjalan kaki menuju tempat parkir kendaraan.

Mudah-mudahan saya bisa ke sini lagi sebelum BBW berakhir. Saya lihat masih banyak peti-peti kayu yang belum dibuka.

alt

Selalu ada cara untuk bisa memiliki dan membaca buku. Mendatangi acara seperti ini adalah salah satunya. Jangan ragu menyisihkan uang untuk membeli buku. Karena dengan membaca, kita jadi tahu banyak hal.

Tips:
Perhatikan jadual buka tutup pameran.
Pilihlah jam berkunjung dimana pengunjung tidak terlalu padat.
Kenakan alas kaki yang nyaman.
Bawa tas yang tidak merepotkan karena kita perlu kedua tangan untuk memilih dan membuka-buka buku.
Pihak penyelenggara menyediakan kardus sebagai pengganti tempat buku-buku yang dibeli pengunjung. Walaupun tersedia kantong plastik, lebih baik bawa tas kain. Lebih nyaman menenteng tas kain dibanding tas plastik apalagi bila buku yang dibeli tebal dan berat.

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments