Thoughts, stories and ideas.

Batu Kuwung, Obyek Wisata dan Legenda di Banten

19th December 2016

Kadang-kadang ada perasaan bersalah karena saya jarang mengeksplorasi propinsi tempat saya tinggal. Padahal sebenarnya ada banyak tempat menarik di propinsi Banten. Sayangnya, letaknya jauh dari Tangerang Selatan.

Gara-gara harus mengulang menulis sebuah cerita rakyat untuk sebuah proyek, saya akhirnya menginjakkan kaki ke pemandian air panas di daerah Padarincang, Serang. Namanya pemandian air panas Batoe Koewoeng. Dari arah Jakarta, melewati jalan tol Jakarta - Merak dan keluar di pintu tol Serang Timur. Kemudian ambil arah ke Cinangka atau arah ke Pantai Anyer. Jalannya mulus. Saya merasa sedang menyusuri jalan di desa nun jauh di pelosok. Padahal masih berada di propinsi yang sama.

alt

Petunjuk jalan menuju Batu Kuwung terlihat di beberapa titik di sepanjang perjalana. Kalau khawatir nyasar, gunakan google map atau waze. Pemandian Batu Kuwung terletak di tepi jalan raya di sebelah kanan. Jadi cukup mudah ditemukan.
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih dua jam dari BSD, akhirnya saya sampai juga di Batu Kuwung.

alt

Setelah membeli karcis masuk, saya bergegas masuk ke dalam pemandian. Penasaran ingin melihat seperti apa bagian dalamnya.
Di tengah area pemandian terdapat sumber air panas yang pertama. Air ini ditampung dalam bak. Terdapat peringatan untuk tidak menyentuh dinding bak karena panas. Suhu air panas itu sendiri sekitar 70-80 derajat celcius. Lumayan panas.

alt

Air panas di pemandian ini muncul dari perut bumi dan memiliki khasiat menyembuhkan penyakit rematik, pegal linu, sering kesemutan dan beberapa penyakit lainnya. Pada umumnya, air panas alami mengandung belerang. Namun air panas di pemandian ini mengandung iodium. Jadi tidak berbau.
Ada dua pilihan untuk berendam. Pertama, di kolam terbuka dan bersama-sama pengunjung lain.

alt

Kalau mau lebih privat bisa berendam di dalam kamar-kamar yang sudah disediakan.

alt

Di sini juga tersedia kolam renang air dingin untuk dewasa dan anak-anak lengkap dengan seluncuran.

alt

Karena saya tidak berencana berendam, saya menyewa tikar untuk duduk-duduk. Tidak lupa membeli cemilan di penjual makanan yang ada di sekitar pemandian. dan memesan kelapa hijau. Rasanya sssegaaar...

Lalu untuk apa saya jauh-jauh datang? Jawabannya: untuk survey, hehe…
Di bagian belakang pemandian, terdapat sumber air panas lainnya. Air panas ini muncul dari batu cekung. Dalam bahasa setempat disebut juga batu kuwung. Air di batu kuwung ini tidak pernah keluar berlebihan hingga menggenangi kolam namun tidak juga menyusut hingga kering. Debit airnya tetap segitu.

alt

Masyarakat sekitar mengenal sebuah legenda yang berhubungan dengan batu kuwung ini. Legenda itulah yang saya tulis untuk sebuah proyek.

Mumpung sedang berada di Serang, saya memutuskan mampir ke rumah makan Bu Entin yang sudah terkenal. Whuaaa... banyak pilihan makanan yang disajikan. Saya jadi galau mau makan yang mana dulu.

alt

Sebenarnya, rasa makanannya biasa saja. Tidak terlalu istimewa. Daya tariknya terletak pada pilihan lauk yang beragam. Pengunjung bebas memilih. Alasan lainnya mungkin suasana makannya yang santai, sehingga pengunjung seolah lepas dari beban pekerjaan dan beban kehidupan #eaaa….

Kapan-kapan saya akan menjelajah tempat lainnya di Banten.
Untuk daerah Anyer, sudah pernah saya tuliskan di http://erlitapratiwi.com/anyer-titik-nol-anyer-panarukan/
Ada juga Curug Betung yang sarat legenda di http://erlitapratiwi.com/curug-betung-legenda-yang-tersembunyi/

Selamat menikmati hari libur. Selamat menyerap energi positif dari alam.

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments