Thoughts, stories and ideas.

Anyer, Titik Nol Anyer - Panarukan

10th May 2016

Bagi sebagian orang, Anyer dianggap sebagai tempat wisata yang ‘mainstream’. Banyak yang berpendapat bahwa Anyer ya gitu gitu saja. Ternyata tidak juga.

Ada apa saja di Anyer? Dari hasil berselancar di internet, saya menemukan Pulau Sangiang, Pantai Karang Bolong, Mercusuar Cikoneng, Titik nol kilometer Anyer - Panarukan dan Pemandian air panas Batu Kuwung. Kata suami saya, di Anyer juga terdapat sebuah air terjun (curug).

Dua yang terakhir itu tidak sempat saya kunjungi saat akhir libur panjang akhir pekan 5-8 Mei lalu. Pada hari biasa, tempat pemandian air panas Batu Kuwung dipenuhi oleh mereka yang ingin berendam. Tidak terbayang bagaimana padatnya saat libur panjang akhir pekan. Saya juga tidak sempat ke Curug karena jaraknya cukup jauh. Si kecil bisa rewel karena bosan di jalan. Rencana ke Pulau Sangiang sepertinya harus ditunda menunggu waktu yang tepat. Tidak cukup waktunya, hiks hiks…

Hari pertama dihabiskan untuk menikmati pantai yang ada di belakang hotel. Walalupun berkarang di beberapa tempat, namun cukup intagramable, hehe...

alt

Sore harinya, saya dan keluarga naik ke lantai paling atas. Maksud hati ingin menikmati pemandangan matahari tenggelam apa daya mendung menghadang. Tapi, tetap bisa foto foto hehehe…

alt

Malam hari dilewati dengan menikmati nyanyian ombak, angin yang mendesah dan pemandangan kolam renang yang menawan dari balkon kamar. Kalau saja saya punya pemandangan seperti ini, setiap malam saya akan melamun. Ujung-ujungnya bukan tulisan yang saya hasilkan tapi punggung penuh bekas kerokan karena masuk angin hahaha...

alt

Hari kedua, kami menuju Pantai Karang Bolong. Ternyata pantai ini memiliki banyak spot menarik untuk difoto. Maksud hati ingin naik hingga ke puncak batu karang, apa daya lutut mulai goyah huhuhu… Padahal pihak pengelola sudah menyiapkan tangga. Namun bukan ber arti perjalanan mendaki batu karang menjadi lebih mudah.

alt

Dari sana, kami putar arah dan meluncur ke mercusuar yang terletak di daerah Cikoneng. Sayangnya mercusuar ini tidak bisa dinaiki hingga lantai atas seperti mercusuar di Bangkalan.

alt

Masih dalam kawasan mercusuar terdapat tugu titik nol kilometer yang menjadi awal pembangunan jalan anyer - panarukan. Saya jadi mendadak mellow membayangkan sekian banyak nyawa pekerja yang melayang saat pembuatan jalan itu... hiks... hiks...

alt

Di belakang titik nol kilometer ini terdapat jetty - semacam dermaga yang menjorok ke laut. Bagus untuk foto-foto. Kata Si Sulung, mirip dengan Labuan Bajo hehehe…

alt

Sisa hari itu sampai keesokan harinya dihabiskan dengan bermain di pantai dan foto-foto.

alt

Beberapa wisatawan Korea rela berjalan di hamparan karang tajam demi mendapatkan foto-foto menarik. Saya? Cukup di pinggir saja. Kegiatan lainnya? Santai di pinggir kolan renang dan ngopi cantik di restoran hotel.

alt

Saya berencana menjelajah tempat menarik lainnya yang ada di Banten. Walaupun sudah menjadi warga Banten sejak tahun 2003, belum banyak tempat-tempat di Banten yang saya kunjungi. Ada yang punya usul?

Ibu dua orang anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments