Thoughts, stories and ideas.

10 Oleh-oleh Khas Malaysia yang Murah dan Pasti Disuka

26th April 2019

Setiap kali jalan-jalan, saya lebih suka membeli oleh-oleh sesuatu yang bisa dimakan atau diminum. Kalau kaos, terkadang bahannya kurang ‘sreg’. Mosok memberi sesuatu yang kita sendiri enggak sreg, ya kan?

Saat ke Malaysia 18-20 April 2019 lalu, saya juga membeli beberapa macam makanan dan minuman dan souvenir di bawah ini utuk oleh-oleh.

1.Milo

Saya membelinya di Sungai Wang Plaza
Harganya RM 19.90 isi 18 stik (bukan sachet seperti yang dijual di Indonesia). Kalau dirupiahkan harganya kira-kira Rp, 70.000
Milo yang dibeli di KL lebih terasa coklatnya dibanding yang dijual di sini.
Milo ini ada juga yang dijual dalam bentuk powder. Saya lebih suka yang sudah dikemas dalam bentuk stik. Lebih praktis.

alt

2.BOH Tea

Teh hitam produksi Malaysia ini rasanya ringan. Mirip dengan teh Twinning yang terkenal itu.
Harganya MR. 2.29 (dengan kurs Rp. 3.500 kira-kira harganya Rp. 8.000) untuk kemasan isi 10 kantong teh hitam. Pas untuk oleh-oleh.
Ada juga varian rasa teh lain selain teh hitam seperti teh lemon dan teh tarik.
Di online shop juga ada sih, tapi harganya lebih mahal.

alt

3.Ipoh White Coffee

Yang terkenal merk Check Hup. Rasanya mirip dengan white coffee produk Malaysia lainnya seperti Old Town White Coffee.
Saya beli di Cold Storage harganya RM. 16.99 dengan kurs Rp. 3.500 harganya kira-kira Rp. 60.000

alt

4.Kitkat Milk Tea

Kitkat Milk Tea ini tidak ada di Indonesia. Pas banget dijadikan oleh-oleh. Rasanya mengingatkan akan rasa Teh Tarik.
Saya beli di Cold Storage Suria KLCC harganya RM. 6.99 dengan kurs Rp. 3.500 kira-kira harganya Rp. 24.500 isi 5 pcs.

alt

5.Kitkat Bites

Kitkat yang ini juga tidak ada di Indonesia. Mungkin ada tapi saya belum lihat hahaha.
Saya beli di Suria KLCC Harganya RM. 9.90 dengan kurs Rp. 3.500 kira-kira harganya Rp. 35.000

alt

6.Milo Cube

Di sini juga ada yang jual Milo Cube tapi import dari Malaysia. Mumpung sedang di KL, sekalian saja saya beli Milo Cube. Harganya RM. 18.90 dengan kurs Rp. 3.500 kira-kira harganya Rp. 66.150

alt

7.Coklat

Coklat produksi Malaysia ini wajib masuk dalam daftar oleh-oleh. Yang paling terkenal adalah merk Berryl.
Saya suka rasa Tiramisu. Harganya tergantung varian. Tersedia kemasan kotak dengan harga RM 10.90 – RM 19.90 (Rp. 38.000 – 70.000) dan kemasan plastik berat 1 kg dengan harga RM 34.90 (Rp. 122.000)

alt

Ada juga merek Checker dengan harga RM 19.90 (70.000) dengan promo Buy 3 get 1 free. Hati emak emak mana yang enggak senang dengan promo kayak gini.
Di jalan Imbi, Bukit Bintang, ada toko coklat yang khusus menjual coklat Berryl. Saya sih, belinya di Plaza Sungai Wang yang lokasinya dekat dengan hotel.

8.Croissant 7 days

Sebenarnya ini bukan oleh-oleh khas Malaysia. Saya tahu tentang croissant ini dari adik saya saat ia ke Eropa. Rasanya enak bila dimakan setelah dipanaskan sebentar di microwave.
Croissant ini dijual di gerai Seven Eleven. Berhubung semua gerai Sevel di Indonesia sudah tutup, croissant ini bisa dianggap oleh-oleh, hehehe

alt

9.Knorr

Bagi sebagian emak-emak, penyedap merk Knorr sudah tidak asing lagi. Di online shopping banyak yang menjual Knorr dengan berbagai variannya.
Mumpung di KL, saya sengaja beli Knorr.
Sebenarnya pingin beli Knorr Tom Yum, sayangnya stoknya sedang kosong. Akhirnya saya beli Knorr Ikan Bilis kemasan 60 gr isi 6 cube.
Harganya RM 3.65 dengan kurs Rp. 3.500 kira-kira harganya 12 ribu sekian.
Emak-emak yang sering masuk dapur bakalan senang dibawain Knorr.

alt

10.Magnet kulkas

Ada banyak macam magnet kulkas. Supaya anti mainstream, saya pilih magnet kulkas Genting Highland.
Harganya kalau tidak salah RM 10 kira-kira Rp. 35.000. Saya membelinya saat mengunjungi Genting Highland.
Jangan khawatir, ada banyak tempat yang menjual magnet kulkas dengan ikon Malaysia dengan harga yang lebih murah tapi kayaknya yang bergambar Genting Highland hanya ada di Genting Highland Resort.

alt

Selain oleh-oleh murah, di KL banyak makanan enak. Makanan apa saja?
Nantikan di postingan berikutnya :)

Ibu 2 anak yang tidak bercita-cita menjadi penulis. Hobi membaca dan mengoleksi buku sejak kecil. Suka jalan-jalan, ngopi dan ngeteh. Kini mendapati dirinya terjerat di antara dua puluh enam abjad.

View Comments